Tentang Nasyid

Isltilah “Nasyid”merupakan perkembangan dari istilah “Nasyd” yang merupakan hymne masyarakat Yunani kuno yang di gunakan dalam kegiatan bersifat sakral untuk Tuhan mereka. Dalam perkembangan selanjutnya, nasyid pada dasarnya dapat diartikan sebagai nyanyian dakwah. Esensi dari nasyid terkandung dalam lirik-lirik lagunya yang bertemakan keislaman serta berisi tentang keimanan, ketakwaan kepada Allah Yang Maha Esa, terhadap nabi (khususnya Nabi Muhammad), nasihat dan ajakan untuk mengerjakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, ajakan untuk senantiasa melakukan perbuatan yang baik, peringatan dan larangan untuk tidak melakukan perbuatan nista dan dosa, dan hal-hal lain yang sejenisnya.

Salah satu cara untuk menyampaikan dakwah islam kepada masyarakat diantaranya dalam bentuk nasyid , materi dakwah disusun dalam bentuk lagu (vocal) dengan iringan musik (instrumental). Dengan demikian, materi dakwah yang disampaikan melalui nasyid ini tidak sekedar kalimat-kalimat verbal yang terkesan menggurui, tetapi kalimat-kalimat bermelodi dengan iringan bunyi alat-alat musik yang terkesan sebagai bentuk karya seni musik yang juga bersifat menghibur.

Sangatlah logis apabila aspek musical dalam nasyid dapat membantu proses penyampaian materi dakwah yang tersusun dalam bentuk alunan melodi lagu. Ketika mendengarkan nasyid, otak kiri (yang memproses data verbal-kata-kata lirik/lagu) dan otak kanan (yang memproses data nonverbal-melodi dan iringan lagu/musik) dapat bekerja melakukan aktivitas secara bersama-sama dan seimbang, yang secara teoritis hal ini dapat menghindari kelelahan dan kejenuhan individu manusia yang mendengarkan materi dakwah dalam bentuk kemasan nasyid tersebut.

Dengan demikian diharapkan bahwa materi dakwah yang disampaikan melalui nasyid ini bisa dihayati dan dipahami secara mendalam oleh audience.

Nasyid berfungsi sebagai media untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama Islam kepada masyarakat. Nasyid juga dipandang sebagai media yang efektif, karena melaui nasyid ini syariat agama Islam bisa tersampaikan dengan luwes dan menghibur kepada audiences tanpa terkesan ada unsur indoktrinasi, pemaksaan, atau menggurui.

Note :

Nasyid = Lantunan islami

Munsyid = Pelantun / pelaku nasyid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: