“Nenek Tua” yang malang

sedikit curhat nih…
Cimahi, 3 Desember 2008

Takdir memang tidak bisa dihindari dan kita harus menerima segala apa yang telah digariskan oleh allah swt atas kejadian-kejadian yang tidak terduga, seperti yang telah saya alami kemarin beberapa kejadian tak terduga tsb yang mungkin menjadi hikmah dan bahan renungan buat saya pribadi apa yang telah terjadi. Begini ceritanya…

@ Kejadian pertama pada saat beraktifitas seperti biasa saya membayar tagihan bulanan rekening speedy bersama teman, ternyata di tengah jalan kira-kira 300 meter tepatnya di depan KODIM 0609 rantai motor kami terputus. Alhamdulillahnya sih tidak jatuh padahal itu setengah kencang motornya hanya sedikit oleng saja dan lalu lalang pun yang biasanya daerah ramai ini tidak begitu banyak, setelah kejadian itu saya memutuskan untuk naik angkot saja temanku menunggu motor karena memang di sekitar tidak ada bengkel, yang ada hanya bengkel mobil. Singkat cerita saya sudah membayar speedy tsb di telkom cimahi dan balik lagi menuju teman saya yang menunggu motor tadi, langsung aku naik angkot.

@ Kejadian kedua setelah saya naik angkot disitu sudah ada penumpang 2 orang (keduanya ibu-ibu) kurang lebih 5 meter ada seorang nenek yang ketika naik angkot diantar oleh bapak tentara dia bilang begini “tolong antar nenek ini mau kecililin jadi turunin di depan dan suruh naik angkot cililin (sambil memberi ongkos untuk si nenek kpd sang sopir)” si sopir bilang “Ya Pak” setelah naik angkot tersebut si nenek terdiam dan menarik nafas panjang sepertinya ia kelelahan dan bingung, tak lama kemudian si ibu yang ada di angkot bertanya “Ibu bade kamana?” (sepertinya si ibu tsb iba melihat si nenek kecapekan) si nenek tsb sedikit bercerita “Muhun nini teh tos ti kantor pos baros bade nyandak pensiunan suami tapi tadi surat-suratna ical siganamah murag di jalan, saur petugas kantorpos teh kedah ngurus2 deui mangkaning ngurus-ngurus suratna di Bogor! (sambil mengusap muka) ayeuna nini bade ka cililin ka wargi sakalian bade ngical samping anu dicandak ku nini (sambil menunjukan di dlam tas)” si ibu yang satunya lagi bilang “Kenapa ibu pergi sendiri? ngga minta dianter sama anak atau saudara? si nenek bilang (sedikit mengeluh) “ah ibu mah tos teu aya anu nguruskeun! barudak mah menta dianteur teh sibuk ieu sibuk itu jadi ah nyalira we” si ibu (sambil menggelengkan kepala tanda tak tega) aku sendiri benar-benar terharu mendengarnya kok tega-teganya ya orang tua pergi sendiri begitu aja tanpa didampingi (aku juga sambil geleng kepala) tidak pikir panjang saya langsung kasih buat ongkos bekal, tidak banyak memang tapi semoga bisa sedikit membantu meringankan beban si nenek “Nek ieu kangge bekel ongkos, mudah-mudahan manfaat nya nek?” si Nenek “hatur nuhun atuh cep mudah-mudahan sing kagentosan” aku aminin dalam hati. Akhirnya si nenek turun dan ditunjukin oleh supir angkotnya “Nek tuh naik angkot anu itu” si nenek “muhun hatur nuhun”. Tak lama kemudian diangkot kita-kita sedikit obrolan-obrolan si nenek tersebut, tak lama juga aku turun dari angkot tsb. Hikmah yang saya ambil dari kejadian “si nenek” tsb adalah ketegaran si nenek patut diacungi jempol aku berfikirnya gimana ya kalu itu terjadi sama orang tua kita sendiri? Ih amit-amit Aku ngga mau membiarkan orang tua seperti nenek itu, sesibuk-sibuknya kita ya sedikit luangkan waktulah untuk mengantarnya coba kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan? pastinya nyesel deh!

@ Kejadian ketiga setelah sampe aku dan teman harus mendorong motor kurang lebih 400 meter karna memang nggak ada bengkel motor di dekat situ He..he.. capek memang tapi aku ngga boleh mengeluh pasti ada hikmahnya lah… Akhirnya setelah menemukan bengkel lega rasanya, tapi setelah masuk bengkel kita harap-harap cemas kenapa? ya.. kita bawa uangnya takut ngga cukup karena ini darurat nggak ada persiapan bawa uang banyak akhirnya setelah tau biayanya alhamdulillah pas sekali! walaupun sedikit mengorek-ngorek saku kita hehehe…

@ Kejadian keempat setelah dibengkel selesai di ganti rantai langsung tancap gas menuju pulang, tapi ujian tidak berhenti di situ saja tak lama kemudian pas turunan kita terpeleset dan jatuh, subhanallah aku sempat berfikir “Ya Allah ujian apa lagi hingga engkau memberikan runtutan semua kejadian ini” tapi aku cepat sadar mudah-mudahan ini menjadi pelebur dosa atas dosa-dosa saya yang secara tidak sadar aku lakukan “Ampuni Ya Allah”.

@ Kejadian yang terakhir aku cuman BT aja coz speedy sepertinya lagi ada gangguan siang hari sekitar pkl 12.00 kurang lebih sejam lah baru aktif lagi…

Terimakasih ya Allah, atas petunjuk-petunjuk dan peringatan-peringatan yang kau berikan padaku hari ini, Insya Allah ada hikmah yang aku dapatkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: