Mulianya Memaafkan

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A’raf 7:199)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)

… continue reading this entry.

Antara Kata dan Perbuatan

Tidak disangsikan lagi bahwa adanya perbedaan antara kata dan realita adalah salah satu hal yang sangat berbahaya. Itulah sebab datangnya murka Allah sebagaimana firman-Nya surat Shaff ayat 2 dan 3.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)

Allah juga mencela perilaku Bani Israil dengan firman-Nya,

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?” (QS. Al-Baqarah: 44)
… continue reading this entry.

Demi Masa

Sesungguhnya Manusia dalam kerugian. Kecuali Orang-orang yang beramal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. (QS : Al-Ashr 1-3)

Ayat diatas jelas bahwa sesungguhnya manusia dalam kerugian jikalau melewatkan waktunya dengan sia-sia, untuk itu mari kita pergunakan waktu dengan sebaik mungkin.

Seperti hadits Nabi SAW yang kurang lebih bunyinya: ‘Raihlah yang lima sebelum datang yang lima: Masa muda sebelum masa tuamu, masa luangmu sebelum datang masa sempitmu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, hidupmu sebelum datang matimu.’

Sebuah lagu yang di senandungkan oleh Raihan yang satu ini mengingatkan kita untuk mempergunakan waktu.
Mau mendengarkan lagunya dan juga minus onenya kalau sohib” ingin berkaraoke silahkan kalau mau mendownload [ KLIK DISINI ] masih belum hafal liriknya boleh juga akhi kasih nih [ KLIK DISINI ] selamat mendengarkan…

Muhasabah Cinta

Lagu Bagus juga nih dari Edcoustic akhi suka sama lagu ini mudah-mudahan sohib” juga sama, semua bisa menikmati lagu dari edcoustic … continue reading this entry.

Selamat Ulang Tahun ” Mama “

  • Hari ini moment yang sangat menyenangkan buat akhi menyenangkannya akhi sangat bersyukur mendapatkan seorang mama yang begitu baik, begitu memperhatikan, begitu sayang kepada anak2nya terutama kpd akhi tapi sangat disayangkan akhi tidak bisa mendampingi mama di hari yang spesial tersebut insya allah hari ini Allah telah memberikan usia bonus kepada mamaku puji syukur allah masih memberikan mamaku diberi kesehatan, panjang umur, namun akhi masih belum bisa melakukan dan memberikan yang terbaik & lebih baik, hanya sepotong kue yang akhi berikan untuk mama tart
  • tapi jangan jadikan ini hanya sekedar pemberian tetapi ketulusan anak kepada orang tuanya. Mohon afwan akhi tidak bisa mendampinginya coz akhi sedang ada tugas kerja keluar kota (Surabaya) hanya doa dari jauh saja yang bisa akhi lakukan, sekali lagi akhi ucapkan Met Milad ya mama… Semoga aku bisa membahagiakan mama dan membuat mama bangga. Maafkan kalau aku suka melawan mama atau membuat mama sedih. Aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mama. Terima kasih untuk semuanya, doa, kasih sayang dan didikannya selama ini mama… Semoga Allah senantiasa diberikan kesehatan untuk mama dan diberikan rezeki yang halal. amin I Luv U “Mam”

    Kamisama

    Lagu-lagu Edcoustic emang enak didengar akhi suka sama lagu”nya mudah-mudahan sohib” juga sama, lagu yang satu ini Jepang banget tetep tapi konsepnya islami … continue reading this entry.

    Nantikan Ku Di Batas Waktu

    Lagu Bagus nih dari Edcoustic akhi suka sama lagu ini mudah-mudahan sohib” juga sama, semua bisa menikmati lagu dari edcoustic yang satu ini mau mendengarkan lagunya [ KLIK DISINI ] termasuk juga minus onenya kalau sohib” ingin berkaraoke juga silahkan kalau mau mendownload [ KLIK DISINI ] masih belum hafal liriknya boleh juga akhi kasih nih [ KLIK DISINI ] selamat mendengarkan…

    Renungan Awal Tahun

    Di akhir tahun 2008 Masehi dan tahun 1429 Hijriyah, ada baiknya kita mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dan persiapan untuk menggapai masa depan yang lebih baik, hal tersebut diisyaratkan oleh Allah Swt. Dalam firmannya surat al-Hasyr : (59 : 18)

    [

    Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada
    Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan

    Menurut tafsir Syekh Syihabuddin Mahmud bin Abdullah al-Husaini al-Alusi dalam kitabnya Ruhul Ma’ani :

    ” setiap perbuatan manusia yang telah dilakukan pada masa lalu, mencerminkan perbuatan dia untuk persiapan diakhirat kelak. Karena hidup didunia bagaikan satu hari dan keesokan harinya merupakan hari akherat, merugilah manusia yang tidak mengetahui tujuan utamanya”.
    Jika kita berfikir tujuan utama manusia hidup didunia ialah mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal yaitu akherat, lalu sudahkah perbuatan yang telah dilakukan kita merupakan manifestasi kecintaan kita kepada Allah Swt?.
    Cermin yang paling baik adalah masa lalu, setiap individu memiliki masa lalu yang baik ataupun buruk, dan sebaik-baik manusia adalah selalu mengevaluasi dengan bermuhasabah diri dalam setiap perbuatan yang telah ia lakukan. Sebagaimana pesan Sahabat Nabi Amirul Mukminin Umar bin Khottob :
    ” Evaluasilah (Hisablah) dirimu sebelum kalian dihisab dihadapan Allah kelak” Pentingnya setiap individu menghisab dirinya sendiri untuk selalu mengintrospeksi tingkat nilai kemanfaatan dia sebagai seorang hamba Allah Swt. yang segala sesuatunya akan dimintai pertanggungjawabann ya diakherat kelak. Dan sebaik-baik manusia adalah yang dapat mengambil hikmah dari apa yang telah ia lakukan, lalu menatap hari esok yang lebih baik. Sebagaimana Dalam sebuah ungkapan yang sangat terkenal Rasulullah Saw bersabda, yang artinya :

    “Barang siapa yang hari ini, tahun ini lebih baik dari hari dan tahun yang lalu, dialah orang yang sukses, tapi siapa yang hari dan tahun ini sama hari dan tahun kemarin maka dia orang yang tertipu, dan siapa yang hari dan tahun ini lebih buruk dairpada hari dan tahun kemarin maka dialah orang yang terlaknat”
    Untuk itu, takwa harus senantiasa menjadi bekal dan perhiasan kita setiap tahun, ada baiknya kita melihat kembali jalan untuk menuju takwa. Para ulama menyatakan setidaknya ada lima jalan yang patut kita renungkan mengawali tahun ini dalam menggapai ketakwaan. Jalan-jalan itu adalah:

    1. Muhasabah

    Yaitu evaluasi diri dan meningkatkan kualitas diri dengan selalu mengambil hikmah dari setiap sesuatu yang terjadi dalam diri kita.

    2. Muahadah

    Yaitu mengingat-ingat kembali janji yang pernah kita katakan. Setiap saat, setiap shalat kita seringkali bersumpah kepada Allah :
    “Hanya kepada-Mu-lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolong. Kemudian kita berjanji “

    “Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku semata-mata karena Allah Rabb semesta alam”

    Dengan demikian, ada baiknya kita kembali mengingat-ingat janji dan sumpah kita. Semakin sering kita mengingat janji, insya Allah kita akan senantiasa menapaki kehidupan ini dengan nilai-nilai ketakwaan. Inilah yang disebut dengan muahadah.

    3. Mujahadah
    Adalah bersungguh-sungguh kepada Allah Swt. Allah menegaskan dalam firmannya :  “Orang-orang yang sungguh (mujahadah) dijalan Kami, Kami akan berikan hidayah kejalan kami.”

    Terkadang kita ibadah tidak dibarengi dengan kesungguhan, hanya menggugurkan kewajiban saja, takut jatuh kedalam dosa dan menapaki kehidupan beragama asal-asalan. Padahal bagi seorang muslim yang ingin menjadi orang-orang yang bertakwa, maka mujahadah atau penuh kesungguhan adalah bagian tak terpisahkan dalam menggapai ketakwaan disamping muhasabah dan muahadah.

    4. Muraqabah

    Adalah senantiasa merasa diawasi oleh Allah Swt. Inilah diantara pilar ketakwaan yang harus dimiliki setiap kali kita mengawali awal tahun dan menutup tahun yang lalu. Perasaan selalu merasa diawasi oleh Allah dalam bahasa hadisnya adalah Ihsan.

    Ihsan adalah engkau senantiasa beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, kalau pun engkau belum bisa melihat-Nya, ketahuilah sesungguhnya Allah melihat kepadamu
    Muraqabah atau ihsan adalah diantara jalan ketakwaan yang harus kita persiapkan dalam menyongsong dan mengisi lembaran tahun baru.

    Dulu dimasa sahabat, sikap muraqabah tertanam dengan baik dihati setiap kaum muslimin. Kita bisa ambil sebuah contoh kisah. Suatu ketika Amirul Mukminin Umar bin Khattab bertemu dengan seorang anak gembala yang sedang menggembalakan kambing-kambingnya. Umar berkata kepada anak tersebut:
    “Wahai anak gembala, juallah kepada saya seekor kambingmu! Si anak gembala menjawab : Kambing-kambing ini ada pemliknya, saya hanya sekedar menggembalakannya saja. Umar lalu berkata : Sudahlah, katakan saja kepada tuanmu, mati dimakan serigala kalau hilang satu tidak akan ketahuan. Dengan tegas si anak itu menjawab : Jika demikian, dimanakah Allah itu? Umar demi mendengar jawaban si anak gembala ia pun menangis dan kemudian memerdekakannya.”

    Lihatlah, seorang anak gembala yang tidak berpendidikan dan hidup didalam kelas sosial yang rendah tetapi memiliki sifat yang sangat mulia yaitu sifat merasa selalu diawasi oleh Allah dalam segala hal. Itulah yang disebut dengan muraqabah.

    Muraqabah adalah hal yang sangat penting ketika kita ingin menjadikan takwa sebagai bekal hidup kita ditahun ini dan tahun yang akan datang. Jika sikap ini dimiliki oleh setiap muslim, insya Allah kita tidak akan terjerumus pada perbuatan maksiat. Imam Ghazali mengatakan “Aku yakin dan percaya bahwa Allah selalu melihatku maka aku malu berbuat maksiat kepada-Nya”
    5. Muaqobah

    Artinya, mencoba memberi sanksi kepada diri manakala diri melakukan sebuah kekhilafan, memberikan teguran dan sanksi kepada diri kalau diri melakukan kesalahan. Ini penting dilakukan agar kita senantiasa meningkatkan amal ibadah kita. Manakala kita terlewat shalat subuh berjamaah maka hukumlah diri dengan infak disiang hari, misalnya. Manakala diri terlewat membaca al-Quran & iqoblah diri dengan memberi bantuan kepada simiskin. Kalau diri melewatkan sebuah amal shaleh maka hukumlah diri kita sendiri dengan melakukan amal shaleh yang lain. Inilah yang disebut muaqabah. Jika sikap ini selalu kita budayakan, insya Allah kita akan selalu mampu meningkatkan kualitas ibadah dan diri kita.

    Mengawali tahun 2009 dan tahun 1430 Hijriyah, mari takwa harus kita jadikan hiasan diri, bekal diri, dengan menempuh lima cara tadi. Yaitu muhasabah, muahadah, mujahadah, muraqabah dan muaqabah. Evaluasi diri, mengingat-ingat janji diri, punya kesungguhan diri, selalu merasa diawasi Allah dan memberikan hukuman terhadap diri kita sendiri. Jika lima hal ini kita jadikan bekal Insya Allah menapaki hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun kita akan selalu menapakinya dengan indah dan selalu meningkat kualitas diri kita, insya Allah.
    Sumber : Pesantren Virtual

    Oleh: Ustadz Agus Handoko,S.Th. I

    Menghilangkan Stres Sebelum Menikah

    cincin

    Rasa takut, stres, dan mendadak ragu kerap dialami terutama perempuan menjelang pernikahan. Coba lakukan langkah-langkah ini untuk membuat hari-hari penantian Anda menjadi lebih nyaman.

    Buat daftar
    Tuliskan semua tekanan yang mengimpit dan ketakutan-ketakutan yang Anda hadapi menjelang hari-H. Di samping daftar itu, tuliskan alasan dari ketakutan Anda. Jika Anda merasa tidak bisa mengatasinya sendiri, mintalah saran dari keluarga atau teman dekat. Atau diskusikan ketakutan dan kehawatiran Anda kepada pasangan sehingga Anda tidak merasa sendirian dan selalu ada yang siap membantu Anda.

    Rileks
    Ketegangan Anda sudah cukup tinggi. Emosi mulai tak terkendali. Anda jadi mudah tersinggung. Kesalahan kecil bisa memicu kemarahan. Cobalah rileks dengan mendengarkan musik berirama slow. Atau Anda bisa melakukan meditasi sambil mendengarkan musik bernuansa alam, seperti kicauan burung dan desiran ombak. Bayangkan Anda berada di suatu tempat yang pernah Anda kunjungi dan bangkitkan rasa senang Anda pada tempat itu.

    Siapkan mental
    Butuh keberanian yang cukup besar untuk memulai kehidupan bersama dengan orang lain. Maka itu, persiapan mental perlu dilakukan Anda berdua. Caranya, dengan bersikap jujur dan terbuka. Ungkapkan kelemahan dan kelebihan masing-masing, tanpa ada yang perlu ditutupi lagi. Jika ada sesuatu yang masih mengganjal dalam hibungan Anda dan si dia, segera selesaikan. Belajarlah untuk menghargai kebersamaan dan “keberduaan”. Percayalah, semakiin mengenal pasangan, Anda akan makin yakin menjalani hidup baru bersamanya.

    Saling menghargai
    Tingkatkan toleransi dan tekanlah ego Anda. Jangna membesar-besarkan masalah. Hargai pendapat orang lain (termasuk pendapat keluarga masing-masing). Banyak pasangan yang menjelang pranikah berselisih paham, hanya karena perbedaan pendapat tentang penyelenggaraan pernikahan yang sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan. Ingat, bukan cara penyelenggaraannya yang penting, melainkan pernikahan itu sendiri.

    Komunikasi tanpa putus
    Anda dan dia sebaiknya menjadi tim yang kompak di depan keluarga Anda berdua. Kadang yang bikin perempuan stres adalah sikap pasangan yang seakan tidak peduli. Makanya, ajak pasangan terlibat dalam persiapan pernikahan. Sering-seringlah berdiskusi soal persiapan pernikahan. Beri dia tanggung jawab sehingga dia merasa dibutuhkan.

    Agenda harian
    Tuliskan di agenda Anda apa saja yang telah dikerjakan pada hari itu pada saat menjelang tidur. Buatlah rencana apa yang akan dikerjakan keesokan harinya. Dengan menulis seperti ini, Anda dapat mengevaluasi kegiatan Anda. Hal ini membuat Anda lebih tenang karena telah melakukan banyak hal dalam persiapan hari-H.

    Libatkan keluarga
    Agar Anda tidak stres sendiri, mintalah bantuan keluarga. Bentuklah kepanitiaan. Berikan tanggung jawab cukup besar pada orang kepercayaan Anda untuk mengurus persiapan pernikahan. Atau, kalau tidak mau repot, manfaatkan saja jasa wedding organizer.

    Manjakan diri
    Persiapkan tubuh Anda untuk memasuki dunia pernikahan. Istirahat yang cukup dan konsumsi makanan yang sehat agar tubuh Anda fit di hari-H. Manjakan diri Anda. Misal, dengan melakukan perawatan up to toe secara rutin. Tubuh yang segar bisa mendongkrak sikap optimis dan percaya diri. Selain itu, sempatkan waktu untuk bersenang-senang bersama teman. Biasanya, stres langsung hilang begitu Anda mendapat partner yang tepat untuk bergembira.

    Enjoy saja
    Jadikan pengalaman menjadi pengantin yang sekali seumur hidup itu seperti menghadapi kejutan bahagia yang tak terduga. Jangan menjadikan hari pernikahan seperti menghadapi ujian atau pun saat-saat yang terasa mengerikan hanya karena cemas akan prosesi pernikahan akan berjalan atau tidak, dan kehidupan setelah pernikahan. Nikmati saja setiap momen penting yang terjadi dalam hidup Anda. Dan pada hari-H, tersenyumlah dan jangan memikirkan kekurangan yang Anda lihat. Bergembiralah karena hari itu adalah hari paling penting dalam hidup Anda.

    “SEMBILAN DJULHIJAH”

    Allhamdulillah nich akhi bahagia bgt hari ini banyak sekali yang Allah berikan buat akhi, senangnya adalah diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah sahum di bulan dzulhijah khususnya tanggal 9 djulhijjah ini, kesenangan yang lainnya sohibku melaksanakan walimatul ‘Urusy di dekat rumah namanya Baharudin Sundara, akadnya sih tgl 26 November 2008 resepsinya tanggal sembilan djulhijah yah seperti biasa akhi diberi tugas jadi seksi dokumentasi walaupun ragu takutnya ngga tahan terhadap godaan khususnya menahan laper.. kebayangnya sih makanan yang enak2 tapi karena keyakinan (niat) akhi yang begitu kuat akhirnya godaan tsb hilang… Memang enak ya kalau sudah di niatkan dan diberi kekuatan iman.. ukh subhannallah..
    Kesenangan berikutnya insya Allah besok tanggal 10 dzulhijah akhi ingin melaksanakan qurban walaupun ya.. penuh dengan perjuangan dalam melaksanakan idul qurban ini khususnya sih materi, niatnya sih sudah 3 tahun yang lalu tapi allah baru memberiku rizki tahun ini. Wah senengnya lagian hari ini pula keluarga ngumpul bareng komplit lagi, jarang-jarang loh kumpul bareng seperti ini ngga ada rencana ga ada janjian tapi semua keluarga datang dengan sendirinya.
    Ok.. ngomong2 soal hewan kurban kambing yang mo di sembelih besok datang tadi sore kasihan juga tuh kambing ya.. mau di sembelih besok hehehe..
    Semoga saja c kambing ikhlas
    menerimanya hehehe… begitu juga akhi berkurban yang seikhlas-ikhlasnya. Dan kita termasuk orang-orang yang mendapat taufik Allah untuk beramal pada hari yang utama ini dengan selalu mengharapkan wajah-Nya dan mengikuti tuntunan Rasul-Nya.
    Amin…

    Entri Lebih Baru » · « Entri lama